Home / LAMPUNG / Tulang Bawang Barat / Jalankan Perpustakaan Keliling, Motor Bantuan Pemerintah, Tapi Tidak dengan Buku-bukunya, “Dana Pribadi.

Jalankan Perpustakaan Keliling, Motor Bantuan Pemerintah, Tapi Tidak dengan Buku-bukunya, “Dana Pribadi.

Tulang Bawang Barat

Trienews.com – perpustakaan keliling ibarat barang langka bagi anak-anak. Mereka berduyun – duyun menuju bentor tersebut. Kondisi itu menyemangati tiga guru di Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk rajin berkeliling membawa buku bacaan mesti menempuh jarak dan melawan teriknya matahari.

Seperti sore itu sekitar pukul 15.00 Perpustakaan Keliling (Pusling) bergerak menuju halaman mushola Al mutaqin Tiyuh Murni Jaya, kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat tempat anak- anak TPA belajar mengaji. Mereka mengamati buku yang ada di rak dalam Boks belakang bentor. Beberapa saat kemudian salah satu bocah kelas tiga SD mengambil sebuah buku, lalu mencari tempat duduk “ fadil gantian dong aku juga pengen baca” tegur seorang bocah kepada temannya. Fadil yang sedang asyik semakin memeluk erat buku yang berjudul Muhammad Teladanku: perang Badar. Dia enggan memberikan buku tersebut. Bocah 8 tahun itu dengan santai pindah ketempat lain. Menjauhi kawannya dengan raut muka polos tanpa dosa.

Sementara itu di sekitar bentor yang bermesin 150 cc tersebut, anak-anak kian berkerumunan. Jumlahnya puluhan. Mereka berebut buku dalam boks bentor yang berukuran 1,5 x 1,5 meter itu. Makin lama makin banyak anak-anak yang mengerumuni sepeda motor.Buku di dalam rak itu cepat habis. Mereka menunjukan ekspresi kecewa. Seorang wanita menghampiri anak yang tidak kebagian buku,dia segera mencerita kisah perang Uhud tersebut.

Keriuhan anak – anak adalah keceriaan karena bias membaca buku-buku yang tidak ada di Sekolah. Buku bergambar seperti komik Nabi. Buku 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk Surga juga jadi rebutan,Pendidikan Agama Islam , Sains”kata Yayuk salah satu rekan Imam dalam mengurus perpustakaan keliling, Kamis (24/10/2019).

Sepdah motor tiga roda ini adalah perpustakaan berkaki Sudah hampir dua tahun motor merk Viar bantuan Pemerintah tersebut berkeliling di banyak tempat di tiga Kecamatan di Tulang Bawang Barat. Tumijajar,Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik. Tidak banyak kegiatan semacam itu di wilayah tiga kecamatan tersebut.Walaupun ada lebih sering tidak aktif. Koleksi bukunya tidak lengkap, kebanyakan tidak sesuai dengan kebutuhan anak – anak” kalau kegiatan taman baca sudah berjalan tiga tahun kata Yayuk.

Di daerah lain, barangkali sudah banyak perpustakaan keliling semacam itu. Namun di Tulang Bawang Barat bisa dihitung dengan jari.Setiap pergi ke suatu tempat bias 30 an anak yang berkumpul”terang yayuk.

Motor itu memang bantuan Pemerintah tapi,tidak demikian buku – buku yang selalu jadi rebutan anak – anak tersebut. Imam dan istri Dian Iswandari, bersama yayuk menggunakan uang pribadi untuk membeli buku. Tiga orang yang sama sama berprofesi sebagai guru itu juga menanggung operasional motor. Mulai dari beli Bahan Bakar minyak(BBM), hingga perbaikan di bengkel jika rusak. Dari hasil diskusi kami dengan tiga kreator pusling di Tulang Bawang Barat ini kisaran 300 buku yang sudah mereka beli dari berbagai agen – agen selam 3 tahun terakhir ini” tambah Yayuk.

Dengan motor itu, kegiatan baca dan kampanye literasi bisa berkeliling di seluruh Kabupaten Tulang Bawang Barat ini. Setiap saat mereka bisa datang ke sekolah- sekolah yang kekurangan buku. Kemudian Datang ke taman pendidikan Al quran, bahkan biasa nongkrong di pasar tradisional, Pulung Kencana, Dayamurni Dan Muliasri.

“Kalau di pasar itu biasanya anak anak pedagang yang ikut orang tuanya bukalapak ataupun yang sedang berbelanja” jadi sambil menunggu mereka baca buku”ungkap yayuk. Imam dkk biasanya menyisipkan kegiatan lain saat berkeliling. Mendongeng salah satunya “anak-anak TK biasanya senang mendongeng karena kebanyakan anak Tk belum bisa baca “kata dian.

Perpustakaan tersebut berkeliling setiap akhir pekan atau tanggal merah kadang pun akhir bulan. Kadang beroperasi saat ada panggilan di sekolah maupun instansi tertentu. Saat keluar membutuhkan waktu 3-4 jam” tutur imam yang merupakan bapak dari Asmia ini.

Kegiatan baca lewat Perpustakaan keliling ini barang kali turut meyumbang kenaikan mianat Baca di Indonesia.Namun,kampanye gemar membaca itu bukan tanpa kendala. Selain stok yang menipis kantong kering pun yang menjadi kendala.meski demikian mereka tetap semangat dalam menyebarkan kebaikan lewat buku. Mereka menyadari membangun literasi seperti ini tidak mudah dan butuh perjuangan kata”dian iswandari.

Bila di setiap pelosok negeri ini ada banyak perpustakaan keliling, mungkin saja minat baca di negeri ini meningkat lebih cepat. Dengan catatan buku yang dibawa beragam dan berkualitas.(red)

About penulis penulis

Check Also

Gara gara uang tuyul pasangan suami istri ditangkap Polisi.

Tulang Bawang Barat Trienews.com – Tim Tekab 308 Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat berhasil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *